Tuesday, September 9, 2014

Soal Nikah Beda Agama, Tokoh Muhammadiyah : Boleh-...


Soal Nikah Beda Agama, Tokoh Muhammadiyah : Boleh-...

SangPencerah Web 5:29am Sep 9
Soal Nikah Beda Agama, Tokoh Muhammadiyah : Boleh-Boleh saja, tapi....: JAKARTA -- PP Muhammadiyah Anwar Abbas membolehkan jika ada yang ingin mengajukan masalah pernikahan beda agama ke Mahkamah Konstitusi (MK). "Boleh-Boleh saja, tapi itu berarti dia menggugat... Baca Selengkapnya... ..baca selengkapnya

Patah Tulus Sudibyo 5:33am Sep 9
Orange yang menggugat hukum Allah, layak menerima hukuman dari Allah swt....

Eri Nadhas 5:54am Sep 9
kok mau di bawak ke mk...?? wong pratekx ja udh berlangsung n udh da di indo.. ...saya pernah baca buku..(disamarkan biar gk di tuntut hukum) ada dosen fakultas islam di sebuah universitas jkt ( tdk di sbutkan biar gk di tuntut) yg mnikahkan org beda agama...( bahkan yg di nikahkan tu anak org terkenal jg di kalangan masyarakat indo...!

Afza Ollist Syamil 5:55am Sep 9
yg pro nikah beda agama org2 sinting

Hamqaalmakassari 6:05am Sep 9
Manusia sekarang uda jauh dr hukum ALLAH .mending qt ramai2 aja istigfar mohon ampun padaya .

Cak You Tube 6:06am Sep 9
dibaca dulu artikelnya .. JAKARTA -- PP Muhammadiyah Anwar Abbas membolehkan jika ada yang ingin mengajukan masalah pernikahan beda agama ke Mahkamah Konstitusi (MK). "Boleh-Boleh saja, tapi itu berarti dia menggugat Allah. Boleh saja, tapi rasakan nanti akibatnya," katanya kepada Republika, Jumat (5/9). Menurut dia, perilaku manusia yang menggugat Tuhan berarti menunjukkan kesombongan. Apalagi, sudah jelas dijelaskan di Alquran bahwa nikah beda agama dilarang. Karenanya, kata dia, tugas negara dalam hal ini adalah tidak boleh melakukan pembiaran adanya praktik seseorang atau kelompok yang menginjak-injak suatu ajaran agama. Ia menegaskan, Muhammadiyah tidak akan menyetujui gugatan tersebut. Apalagi, peluang MK untuk mengabulkan pemohon sangat kecil. "Memang pada awalnya seperti bahagia, atas nama cinta, semua perbedaan diterobos. Tapi ke depannya, perbedaan keyakinan akan menjadi penyulut keretakan rumah tangga," ujarnya. [sp/RoL]

Cak You Tube 6:07am Sep 9
jangan dipotong lo kata2 ini "Boleh-Boleh saja, tapi itu berarti dia menggugat Allah. Boleh saja, tapi rasakan nanti akibatnya," katanya kepada Republika, Jumat (5/9).

Adkiya Mumtaz 6:08am Sep 9
Nikah beda agama haram hukumnya tidak usah dibahas lagi, yang pro nikah beda agama berarti sudah tidak percaya sama kitab suci Al QuranRidha Qur'ani

Afza Ollist Syamil 6:12am Sep 9
tuh si ulil absor ngeyel mlulu ktnya boleh,,,ulil koplakk

Indra Achyanto Ar-Rifai 6:16am Sep 9
Ulil abror kan manusia stress jeblinger .....liat mukanya aja muak

Afza Ollist Syamil 6:17am Sep 9
pdhl dia mantunya Kyai Besar lho...,

Eri Nadhas 6:27am Sep 9
UAA tu ...murtadin sodara2...jd jgn di gubris...! tp di potong ja...!

Shodiq Amannah 7:06am Sep 9
Blh blh sja kl hkum di yg bkin mnusia,hkum alloh haram

Zulkarnain El-Muhammady Maduraku 7:18am Sep 9
Sudah mulai revolusi mental, pemurtadan ala perkawinan beda agama

Zulkarnain El-Muhammady Maduraku 7:19am Sep 9
revolusi mental apa llagi nantinya, mungkin orang orang gereja minta bolehnya beribadah di mesjid

Zulkarnain El-Muhammady Maduraku 7:20am Sep 9
setelah itu kumunis menuntut dijadikan agama anti tuhan?

Dhan Ramadhan 7:46am Sep 9
@zul, komen anda tendensius! saya kira maksud revolusi mental gak gitu. kalau jago anda kalah, legowolah!! gak perlu bawa idiom2 kampanye di sini!

Angga Kalih Prasoma 12:35pm Sep 9
intinya tetap teguh dg yg ada di al qur'an klo pernikahan beda agama HARAM, klo mw nikah kudu jd muslim dlu. msa kalah cwo ma cwe...zzzzzz

Muhammad Fadhlullah Al-kilmani 2:56pm Sep 9
@zul: komen anda khas komennya orang2 yg kecuci otak oleh orba gara2 di jejali film "G30S/PKI" selama bertahun2 yg notabene berdasarkan pada data yg telah di manipulasi.
kalo anda baca sejarah, tokoh komunis dulu (sekitar tahun 1920-an) banyak yg berasal dari kalangan agamawan (ustad atau kyai). Anda muungkin pernah mendengar Haji Misbach, seorang aktivis dakwah solo sekaligus seorang pengikut komunis yg berkawan dengan tokoh2 Muhammadiyah. Bahkan, ia bersama Muhammadiyah saling bahu membahu menyiarkan agama Islam di solo. Contoh lain lagi, seorang murid dari Haji Rasul (Ayah Buya Hamka), yaitu Haji Datuk Batuah, juga seperti Haji Misbach, seorang penyiar agama Islam sekaligus pengikut komunis. Dan jika anda tahu, pemberontakan PKI tahun 1926 kepada pemerintah Belanda di Banten, banyak diikuti oleh para ajengan, atau kyai, atau ustad, yg mana mereka merupakan anggota PKI.
sekarang masih mau menyebut komunis itu atheis? saya kira yg atheis itu bukan komunisnya tapi orangnya. Dan generalisasi yg anda lakukan nyatanya tidak cocok dengan fakta sejarah mengenai perkembangan PKI di Indonesia. Jadi, baca2 dulu sejarah dengan benar. Ingat jangan pake buku sejarah buatan ORBA, nanti keblinger !!

Muhammad Fadhlullah Al-kilmani 3:01pm Sep 9
Suara Muhammadiyah pernah sedikit menyinggung Haji Misbach ketika setelah Muktamar di Yogya tahun 2010 lalu (saya lupa nomer berapa edisinya)
Ia bersama kawan2nya mendirikan perkumpula Sidiq, Amanah, Tabligh, Vathonah (SATV). Perkumpulan tersebut sering mengundang para aktivis dakwah Muhammadiyah untuk mengisi pengajian yg sering di adakan oleh SATV di Solo. Termasuk, pendiri Muhammadiyah, K.H. Ahmad Dahlan pernah di undang juga. SATV menjadi jaringan tersendiri bagi Muhammadiyah, dengan adanya SATV, Muhammadiyah dapat melebarkan sayapnya di Solo.

Andre Irshanto 3:01pm Sep 9
Knapa ada bisa mengeluarkan statment itu bung kilmani

Muhammad Fadhlullah Al-kilmani 3:02pm Sep 9
maksudnya?

Andre Irshanto 3:02pm Sep 9
Ttg komunis awal

Muhammad Fadhlullah Al-kilmani 3:03pm Sep 9
dari literatur sejarah yg saya baca

Andre Irshanto 3:04pm Sep 9
Apakah anda masih percaya dogma orba ttg komunis

Muhammad Fadhlullah Al-kilmani 3:06pm Sep 9
Jelas tidak, kalo anda liat komentar saya, anda sudah bisa nilai sendiri tanpa menanyakan hal itu kepada saya

Original Page: http://www.facebook.com/groups/476637269125064/?id=582358431886280

Sent from Feeddler RSS Reader



Sent from my iPhone

0 comments:

Post a Comment