Copas dari Pak Nadirsyah Hossein: "Adalah masa Ke...
Copas dari Pak Nadirsyah Hossein: "Adalah masa Kenabian itu ada di tengah-tengah kamu sekalian, adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian adalah masa Khilafah yang menempuh jejak kenabian (Khilafah 'ala minhajin nubuwwah), adanya atas kehendak Allah. Kemudian Allah mengangkatnya (menghentikannya) apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian adalah masa Kerajaan yang menggigit (Mulkan 'Adldlon), adanya atas kehendak Allah. Kemudian Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian adalah masa Kerajaan yang menyombong (Mulkan Jabariyah), adanya atas kehendak Allah. Kemudian Allah mengangkatnya, apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian adalah masa Khilafah yang menempuh jejak Kenabian (Khilafah 'ala minhajin nubuwwah). Kemudian beliau (Nabi) diam." (Musnad Ahmad: IV/273). Salah satu rawi Hadis di atas bernama Habib bin Salim. Menurut Imam Bukhari, "fihi nazhar". Inilah sebabnya imam Bukhari tidak pernah menerima hadis yang diriwayatkan oleh Habib bin Salim tsb. Di samping itu, dari 9 kitab utama (kutubut tis'ah) hanya Musnad Ahmad yang meriwayatkan hadis tsb. Sehingga "kelemahan" sanad hadis tsb tidak bisa ditolong. Rupanya Habib bin salim itu memang cukup "bermasalah." Dia membaca hadis tsb. di depan khalifah 'Umar bin Abdul Aziz untuk menjustifikasi bahwa kekhilafahan 'Umar bin Abdul Aziz merupakan khilafah 'ala minhajin nubuwwah. Saya menduga kuat bahwa Habib mencari muka di depan khalifah karena sebelumnya ada sejumlah hadis yang mengatakan: "Setelah kenabian akan ada khilafah 'ala minhajin nubuwwah, lalu akan muncul para raja." Hadis ini misalnya diriwayatkan oleh Thabrani (dan dari penelaahan saya ternyata sanadnya majhul). Saya duga hadis Thabrani ini muncul pada masa Mu'awiyah atau Yazid sebagai akibat pertentangan politik saat itu. "Khilafah 'ala minhajin nubuwwah" di teks Thabrani ini mengacu kepada khulafa al-rasyidin, lalu "raja" mengacu kepada Mu'awiyah dkk. Tapi tiba-tiba muncul Umar bin Abdul Azis -dari dinasti Umayyah-yang baik dan adil. Apakah beliau termasuk "raja" yang ngawur dalam hadis tsb? Maka muncullah Habib bin Salim yang bicara di depan khalifah Umar bin Abdul Azis bahwa hadis yang beredar selama ini tidak lengkap. Menurut versi Habib, setelah periode para raja, akan muncul lagi khilafah 'ala minhajin nubuwwah-dan ini mengacu kepada Umar bin Abdul Azis. Jadi nuansa politik hadis ini sangat kuat. Repotnya, istilah khilafah 'ala minhajin nubuwwah yang dimaksud oleh Habib (yaitu Umar bin Abdul Azis). | |||
nyimak pendapat para ustadz yang ahli hadist aja ah :-) | |||
Nah, ini ada tanggapan dari HTI mengenai keshahihan hadits tsb... http://hizbut-tahrir.or.id/2014/03/04/perkataan-imam-bukhari-fiihi-nazhar-mengenai-seorang-perawi-hadits-tidak-selalu-melemahkan-haditsnya/ | |||
Sayangnya saya belum menemukan tanggapan soal bahwa yang dimaksud khilafah ala minhajin nubuwwah adalah umar bin abdul azis.. silakan ditimbang2.. | |||
pendapat dari PBNU yang spektakuler nih,,, ngeri neri sedap http://politik.rmol.co/read/2014/08/13/167516/PBNU:-HTI-Seperti-ISIS,-harus-Dibasmi- | |||
padahal perkataan Habib Bin Salim di akhir Hadits tersebut adalah sbb: قَالَ حَبِيبٌ فَلَمَّا قَامَ عُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ وَكَانَ يَزِيدُ بْنُ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ فِي صَحَابَتِهِ فَكَتَبْتُ إِلَيْهِ بِهَذَا الْحَدِيثِ أُذَكِّرُهُ إِيَّاهُ فَقُلْتُ لَهُ إِنِّي أَرْجُو أَنْ يَكُونَ أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ يَعْنِي عُمَرَ بَعْدَ الْمُلْكِ الْعَاضِّ وَالْجَبْرِيَّةِ فَأُدْخِلَ كِتَابِي عَلَى عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ فَسُرَّ بِهِ وَأَعْجَبَهُ Habib berkata; "Ketika 'Umar bin 'Abdul 'Aziz menjadi khalifah dimana Yazid bin an-Nu'man bin Basyir mendampinginya, aku menulis hadits ini untuknya dan aku mengisahkan hadits ini kepadanya dan aku katakan; "Aku berharap dia, maksudnya 'Umar bin 'Abdul 'Aziz menjadi amirul mu'minin setelah kekuasaan kerajaan yang bengis dan pemerintahan diktator" Lalu suratku itu diberikan kepada 'Umar bin 'Abdul 'Aziz, maka dia senang dan mengaguminya". Habib bin Salim dalam perkataannya tidak menyatakan Umar bin Abdul Aziz sebagai khilafah 'ala minhajin nubuwwah, beliau hanya mengharap, | |||
Kalau difikir2 cocok lho. 1. Khulafa rasyidin : ala minhajin nubuwah. 2. Muawiyah : mulkan adhdhan. 3. Yazid bin muawiyah : mulkab jabbar. 4. Umar bin abdul aziz: ala minhaj nubuwwah. | |||
Uda fauzan: hti = isis minus kekerasan.. | |||
saya rasa Pak Nadirsyah Hossein yang kurang teliti sudah menganggap bahwa Habib Bin Salim memaksudkan khilafah 'ala minhajin nubuwwah adalah Umar bin Abdul Azis | |||
nyimak | |||
Tanggung tolak isis..sekalian aja tolak zionis,kapitalis,imperalis...di NKRI | |||
tinggalin jejak lagi sibuk | |||
Dari sisi analisis sanad hadis, tlisan Sidiq al-Jawi lbh dalam dibandingkan tlisan Nadirsyah Hosein. Walaupun dalam tp msh blum komprehensif. Krna Shidiq al-Jawi hanya brhenti pda Habib bin Salim sj, tdk meneliti rawi2 lainnya. Dia jg tdk kritis dg satu fakta bhwa hadis ini adalah hadis ahad. | |||
Original Page: http://www.facebook.com/groups/476637269125064/?id=567948659993924
Sent from Feeddler RSS Reader
Sent from my iPad






0 comments:
Post a Comment