Thursday, August 14, 2014

Copas dari Pak Nadirsyah Hossein: "Adalah masa Ke...


Copas dari Pak Nadirsyah Hossein: "Adalah masa Ke...

Robby Karman 8:28am Aug 13
Copas dari Pak Nadirsyah Hossein:

"Adalah masa Kenabian itu ada di tengah-tengah kamu sekalian, adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian adalah masa Khilafah yang menempuh jejak kenabian (Khilafah 'ala minhajin nubuwwah), adanya atas kehendak Allah. Kemudian Allah mengangkatnya (menghentikannya) apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian adalah masa Kerajaan yang menggigit (Mulkan 'Adldlon), adanya atas kehendak Allah. Kemudian Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian adalah masa Kerajaan yang menyombong (Mulkan Jabariyah), adanya atas kehendak Allah. Kemudian Allah mengangkatnya, apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian adalah masa Khilafah yang menempuh jejak Kenabian (Khilafah 'ala minhajin nubuwwah). Kemudian beliau (Nabi) diam." (Musnad Ahmad: IV/273).

Salah satu rawi Hadis di atas bernama Habib bin Salim. Menurut Imam Bukhari, "fihi nazhar". Inilah sebabnya imam Bukhari tidak pernah menerima hadis yang diriwayatkan oleh Habib bin Salim tsb. Di samping itu, dari 9 kitab utama (kutubut tis'ah) hanya Musnad Ahmad yang meriwayatkan hadis tsb. Sehingga "kelemahan" sanad hadis tsb tidak bisa ditolong.

Rupanya Habib bin salim itu memang cukup "bermasalah." Dia membaca hadis tsb. di depan khalifah 'Umar bin Abdul Aziz untuk menjustifikasi bahwa kekhilafahan 'Umar bin Abdul Aziz merupakan khilafah 'ala minhajin nubuwwah. Saya menduga kuat bahwa Habib mencari muka di depan khalifah karena sebelumnya ada sejumlah hadis yang mengatakan: "Setelah kenabian akan ada khilafah 'ala minhajin nubuwwah, lalu akan muncul para raja."

Hadis ini misalnya diriwayatkan oleh Thabrani (dan dari penelaahan saya ternyata sanadnya majhul). Saya duga hadis Thabrani ini muncul pada masa Mu'awiyah atau Yazid sebagai akibat pertentangan politik saat itu.

"Khilafah 'ala minhajin nubuwwah" di teks Thabrani ini mengacu kepada khulafa al-rasyidin, lalu "raja" mengacu kepada Mu'awiyah dkk. Tapi tiba-tiba muncul Umar bin Abdul Azis -dari dinasti Umayyah-yang baik dan adil. Apakah beliau termasuk "raja" yang ngawur dalam hadis tsb?

Maka muncullah Habib bin Salim yang bicara di depan khalifah Umar bin Abdul Azis bahwa hadis yang beredar selama ini tidak lengkap. Menurut versi Habib, setelah periode para raja, akan muncul lagi khilafah 'ala minhajin nubuwwah-dan ini mengacu kepada Umar bin Abdul Azis. Jadi nuansa politik hadis ini sangat kuat. Repotnya, istilah khilafah 'ala minhajin nubuwwah yang dimaksud oleh Habib (yaitu Umar bin Abdul Azis).

Doni M Ramdhan 8:33am Aug 13
nyimak pendapat para ustadz yang ahli hadist aja ah :-)

Robby Karman 8:52am Aug 13

Robby Karman 8:54am Aug 13
Sayangnya saya belum menemukan tanggapan soal bahwa yang dimaksud khilafah ala minhajin nubuwwah adalah umar bin abdul azis.. silakan ditimbang2..

Ahmad Fauzan S 9:42am Aug 13
pendapat dari PBNU yang spektakuler nih,,, ngeri neri sedap http://politik.rmol.co/read/2014/08/13/167516/PBNU:-HTI-Seperti-ISIS,-harus-Dibasmi-

Rijaludin Al Fatah 9:51am Aug 13
padahal perkataan Habib Bin Salim di akhir Hadits tersebut adalah sbb:

قَالَ حَبِيبٌ فَلَمَّا قَامَ عُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ وَكَانَ يَزِيدُ بْنُ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ فِي صَحَابَتِهِ فَكَتَبْتُ إِلَيْهِ بِهَذَا الْحَدِيثِ أُذَكِّرُهُ إِيَّاهُ فَقُلْتُ لَهُ إِنِّي أَرْجُو أَنْ يَكُونَ أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ يَعْنِي عُمَرَ بَعْدَ الْمُلْكِ الْعَاضِّ وَالْجَبْرِيَّةِ فَأُدْخِلَ كِتَابِي عَلَى عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ فَسُرَّ بِهِ وَأَعْجَبَهُ
Habib berkata; "Ketika 'Umar bin 'Abdul 'Aziz menjadi khalifah dimana Yazid bin an-Nu'man bin Basyir mendampinginya, aku menulis hadits ini untuknya dan aku mengisahkan hadits ini kepadanya dan aku katakan; "Aku berharap dia, maksudnya 'Umar bin 'Abdul 'Aziz menjadi amirul mu'minin setelah kekuasaan kerajaan yang bengis dan pemerintahan diktator" Lalu suratku itu diberikan kepada 'Umar bin 'Abdul 'Aziz, maka dia senang dan mengaguminya".

Habib bin Salim dalam perkataannya tidak menyatakan Umar bin Abdul Aziz sebagai khilafah 'ala minhajin nubuwwah, beliau hanya mengharap,

Robby Karman 9:55am Aug 13
Kalau difikir2 cocok lho. 1. Khulafa rasyidin : ala minhajin nubuwah. 2. Muawiyah : mulkan adhdhan. 3. Yazid bin muawiyah : mulkab jabbar. 4. Umar bin abdul aziz: ala minhaj nubuwwah.

Robby Karman 9:57am Aug 13
Uda fauzan: hti = isis minus kekerasan..

Rijaludin Al Fatah 10:16am Aug 13
saya rasa Pak Nadirsyah Hossein yang kurang teliti sudah menganggap bahwa Habib Bin Salim memaksudkan khilafah 'ala minhajin nubuwwah adalah Umar bin Abdul Azis

Margono Abu Izzah 10:26am Aug 13
nyimak

Iyok 10:53am Aug 13
Tanggung tolak isis..sekalian aja tolak zionis,kapitalis,imperalis...di NKRI

Ibnoe Bashir Al-simpeny 11:25am Aug 13
tinggalin jejak lagi sibuk

Muhammad Rofiq 1:42pm Aug 13
Dari sisi analisis sanad hadis, tlisan Sidiq al-Jawi lbh dalam dibandingkan tlisan Nadirsyah Hosein. Walaupun dalam tp msh blum komprehensif. Krna Shidiq al-Jawi hanya brhenti pda Habib bin Salim sj, tdk meneliti rawi2 lainnya. Dia jg tdk kritis dg satu fakta bhwa hadis ini adalah hadis ahad.

Original Page: http://www.facebook.com/groups/476637269125064/?id=567948659993924

Sent from Feeddler RSS Reader



Sent from my iPad

0 comments:

Post a Comment