Tuesday, August 12, 2014

ISIS tuh DI/TII Internasional Kemaren pulang kamp...


» Muhammadiyah: Gerakan Islam Berkemadjoean - Facebook

Dadang Syaripudin 2:26am Aug 6
ISIS tuh DI/TII Internasional

Kemaren pulang kampung, nganterin ponakan yang ikut ke Bandung waktu balik libur lebaran. Ibu saya tanya, "Dang ari ISIS nu diberitakeun dina TV teh kumaha, mani sararieun kitu mamah mah?" (Dang kalo ISIS yang diberitakan di TV itu bagaimana, mama sangat ketakutan melihat/mendengarnya?).

Saya jawab dengan santai, ma dikita dulu ada gerombolan DI/TII yang bertujuan mendirikan NII, Seperti itulah ISIS, hanya saja ISIS itu levelnya medunia, sebut saja DI Internasional... Ibu saya langsung ngerti, Oh begitu yah!

Dalam Hukum Politik dan Kekuasaan... selama belum mapan (berkuasa baik secara de facto maupun de jure) belom dikatakan sah, apapun dan bagaimanapun idiologi gerakannya.

Dalam sejarah politik dan kekuasaan Islam, Perebutan kekuasaan dari Ali bin Abi Thalib (khulafaur Rasyidin) oleh Mu`awiyah yang mengubahnya menjadi dinasti... karena Mu`awiyah bisa bertahan, akhirnya dinasti umayyah dianggap sah. Betapa shaleh dan benarnya Ibnu Juber yang mendeklarasi sebagai khalifah tandingan terhadap kekejaman dan kesewenang-wengan beberapa khalifah dinasti Ummayyah, tetep saja Ibnu Juber disebut pemberontak.

Demikian pula peralihan kekuasaan dari dinasti Umayyah ke dinasti Abbasiyah... Ketika awal geraknya, khalifah pertama Abbasiyah disebut pemberontak namun ketika sudah berhasil merebut kekuasaan Dinasti Abbasiyah menjadi sah juga... demikian dan seterusnya.

Jadi sah atau tidaknya ISIS sangat tergantung pada ISIS sendiri, berhasilkah mempertahankan eksistensinya dan efektif menaklukkan (merebut kekusaan) Republik Irak dan Syria... jika berhasil maka ISIS akan menjadi Negara yang sah juga akhirnya, bahkan mungkin bisa menjadi IS (khilafah Islam mendunia) jika ISIS mampu menaklukkan Negara-negara Islam di Timur Tengah, kemudian mampu menghancurkan Israel, lalu berkembang sampai menaklukan NKRI.... Nah pada NKRI sudah ditaklukan, baru saya akan mengakuinya.
Namun sebelum mengakui, khawatirnya sudah mati terbunuh tentara ISIS

Hendi Gundo Wibowo 2:27am Aug 6
Terlambat ISIS dah bubar

Emilis Setyawati 2:30am Aug 6
ooh "ari' dalam bahasa sunda itu artinya "kalau",..saya pikir nama orang Dadang ari ^_^

Abutaqi Machiky Mayestino TrionoSoendoro 2:32am Aug 6
Setelah sebelumnya saya menulis bercanda bahwa saya mendukung gerakan ISIS, yakni ... gerakan "Istri Sholihah Idaman Suami", juga "Ikatan Suami Istri Setia", dan "Ikatan Suami Ingin Sejahtera", dan "Ikatan Suami-Istri Sayang-sayangan", dst ...

:)

Maka kali ini ...

Ini adalah jawaban dan KOMENTAR SERIUS saya TENTANG ISIS yakni "Islamic State of Iraq & Suriah", saya cuplik dari beberapa jawaban saya kepada para penanya saya tentang ISIS:

Pada dasarnya saya BELUM berani berpendapat tetap tentang ISIS, mengingat masih simpang-siurnya berita. Namun saya bergembira secara umum bahwa ada yang berhasil membela muslimiin dari kekejaman Syi'ah dan sekutunya di sana. Siapapun mereka.

Namun ...

Ada hasil pembicaraan saya dng teman saya Pem Red Hidayatullah OL, Cholis Akbar.

Mereka BELUM berani menentukan apapun ttg ISIS.

PADAHAL mereka sudah dan sedang kirimkan 4 wartawan ke sana (Suriah & Iraq).

Dan ISIS ini HANYALAH satu kekuatan pelawan Syi'ah, Zionis, dll.

Ada BANYAK fraksi di sana. BUKAN hanya kelompok yang kemudian memproklamirkan diri menjadi ISIS ini.

Dan ada suara dari 'ulama2 di sana yg memang minor trhdp fraksi ISIS ini, ternyata.

Namun ternyata ADA JUGA berita simpang-siur tak jelas.

Bahkan Foto dan Video yang diputar-balikkan. Bahkan BOHONG.

Pesan dari dia dan saya dalam obrolan dengan saya:

ISU ini bisa DIMANFAATKAN SYI'AH. Dan semua sekutu anti kebenaran, anti kebaikan, anti Islam sebagai agama yang didakwahkan 124.000 nabi utusan Tuhan Yang Maha Esa sejak awal jaman.

JUGA di RI.

Akan ada dan telah ada kiranya usaha untuk MEN-CAP da'i, ustadz, syaikh, aktivis dll yang ma'ruf, yang baik, sebagai 'PENDUKUNG ISIS', dan dengan ini, AKAN DIUSAHAKAN ditangkap.

Dijatuhkan. Dijelekkan. Dll. Terutama mereka yang tegas menegakkan kebaikan-kebenaran dan tegas menokak kejahatan.

Sebagaimana usaha mem-WAHABI-kan SEMUA Sunni Anti Syi'ah!

Dengan SEGALA cap dan isu KEBOHONGANNYA.

Seakan golongan 'Wahabi' ini benar-benar ada dan memang ekstrim dan justru secara salah dinisbatkan kepada pengikut ajaran Syaikh Muhammad bin 'Abdul Wahab bin At Tamimi (hidup di jaman abad XVIII-XIX) yang adalah guru agama Ahlus Sunnah wal Jama'ah biasa dari wilayah Arabia Tengah (Saudi Arabia kini), dan bukan dinisbatkan terhadap pengikut Abdul Wahab bin Rustum (hidup di jaman abad VIII-IX) yang MEMANG adalah Ekstrimis Islam (Khawarij).

Padahal 'pengikut' ajaran Sunnah dari Syaikh Muhammad bin 'Abdul Wahab at Tamimi itu di Indonesia antara lain adalah Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro, para pendiri Ormas Islam (misalnya Muhammadiyah, Al Irsyad, DDII, Wahdah Islamiyah dll), Buya HAMKA, Presiden Ahmad Sukarno, kaum Salafiyyuun, dll.

Catatan khusus: secara tata bahasa, sebutan "Wahhabi" atau "Wahabi" jika dinisbatkan terhadap pengikut Syaikh Muhammad bin 'Abdul Wahhab at Tamimi, jelas amat salah, karena nama beliau adalah Muhammad. Maka seharusnya pengikutnya disebut "Muhammadi" bukan "Wahhabi" atau "Wahabi" dan kelompoknya disebut "Muhammadiyah" sebagaimana semua pengikut Rosululloh Muhammad - shollollohu 'alaihi wasallam - oleh Syaikh Ibnu Katsir disebut sebagai "Muhammadiyah" dan kemudian nama ini digunakan KH. Ahmad Dahlan dkk sebagai nama Organisasi Islamnya, "Muhammadiyah" yang lahir di Yogyakarta itu.

Dan aneka kemungkinan fitnah lain.

Dan YANG SUDAH JELAS, adalah perkara PALESTINA.

Dan jelas bahwa Indonesia pun berhutang kemerdekaan juga terhadap Palestina yang membantui para pahlawan dan leluhur kita di tahun 1943-1945 hingga kita merdeka.

Maka TETAPLAH mengurusi Palestina, dan Masjidil Aqsho di sana, INI JELAS perlu tetap dibantu.

Selain tetap membantu Suriah, Iraq secara umum.

Juga membantu muslimiin di manapun di seluruh dunia, misalnya Mesir, Rohingya, Afghanistan, Chechnya, Mindanao, Thailand, dll.; bahlan tentu saja di Indonesia, yang terkena krisis.

----------------------------

Dari sumber lain, dari Timur Tengah.

Dan para pejuang Mujahiddiin itu, mereka akarnya memang sebagian dari Al Qaidah. Walau TIDAK semuanya.

Mereka pejuang anti Syi'ah, Yahudi Zionis, dan sekutunya.

Ada banyak kelompok. Bahkan dari berbagai manhaj yang berbeda, namun adalah Ahlus Sunnah, wal Jama'ah, secara umum.

Misalnya kelompok Jabhan an Nushrah yg terkenal itu. Dll.

Demikian pula kelompok pimpinan Abu Bakar Al Baghdadi yang menjadi ISIS itu.

Antara mereka SEMUA sejak dulu ada perjanjian moral untuk melawan kezaliman Syi'ah, Zionis, Kafiruun dll., dengan tetap TIDAK mencampuri urusan internal organisasi masing-masing.

Catatan:

"Al Baghdadi" yang ini adalah Abu Bakar Al Baghdadi, dan BUKAN Umar Al Baghdadi pemimpin perlawanan sebelumnya, yang telah meninggal.

Inipun NAMA KUN-YAH (julukan), nama aslinya adalah Ibrahim, sementara latar-belakangnya, nasab keturunannya masih misterius apakah benar AHLUL BAIT atau bukan.

Setelah Umar al Baghdadi meninggal, ada banyak calon penggantinya. Dan kebanyakan dari unsur Al Qaidah.

Akhirnya Abu Bakar inilah yang kemudian 'menang'.

Dan yang dipimpinnya adalah fraksi kecil. Miskin. Yang kemudian menjadi ISIS itu. Dan membesar.

Karenanya beliau kiranya perlu melakukan 'promosi' agar kalangan kaya dunia, khususnya Tim Teng, mau membiayai perangnya itu.

Lalu apakah beliau sang Imam Al Mahdi?

Wallohua'lam.

Yang jelas Rosululloh 'Isa 'alaihissalaam belum turun. Dan membai'at Al Mahdi.

Demikian singkatnya.

Wallohua'lam.

:)

Sangadji EM 2:33am Aug 6
Sebuah analisis yang bagus, jadi mestinya analisis bersifat keilmuan seperti ini yang sering dikemukakan bukan analisis emosional sektarian he he he

Doni M Ramdhan 2:39am Aug 6
sama dgn Hizbut Tahrir gak ???

Ceng Elim Garut 2:43am Aug 6
Nyimak

Syarifah Soim 2:44am Aug 6
Saya tdk DI/TII sbut pemberontak, btapapun saya kagum atas andil jenderal SM Kartosuwiryo d konfrensi asia afrika dan linggarjati, membungkam tentara sekutu thn 48 wktu itu ibu kota d kosongkan oleh tentara,..

Dadang Syaripudin 2:44am Aug 6
Dalam Perpektif NKRI DI/TII > NII adalah gerakan pemberontakan, para pejuangnya adalah pengkhianat bangsa/negara Knapa, karena DI/TII bisa dikalahkan, lain ceritanya jika DI berhasil mendirikan NII dan mampu mengalahkan NKRI, maka TII akan disebut pahlawan. Sebagaimana Ibn Zubair (seorang tabi`in shaleh anak Shahabat besar Zubair bin `Awwam dan Asma bintu Abi Bakr) dihukumi sebagai pemberontak dinasti Ummayh karena kalah...

Ungkapan "`Is kariman aw mut syahidan" itu terlontar dari mulut Ibunda Asma bintu Abi Bakr, saat anaknya bersembunyii dari serangan/kepungan pasukan dinasti umayyah di Makah

Faisal Rahman 2:45am Aug 6
Memang ada hadits2 nubuwah yg mengatakan bhw al-Mahdi akan menaklukan negeri2 seperti Arab, Persia, Konstantinopel, Romawi, dll...

Tapi menurut saya, sebelum kita bertanya apakah Al-Baghdadi itu imam Mahdi yg dimaksudkan atau bukan, sebaiknya kita ukur dulu keabsahan deklarasi Khilafah ISIS itu, apakah sdh memenuhi kriteria syar'i atau blm...

Sangadji EM 2:48am Aug 6
yang jelas Al-Baghdadi itu imam mahdi atau bukan itu belum jelas, tapi pasti bisa menjadi imam sholat he he he

Ichwan Efendy 2:50am Aug 6
sebelum Imam Mahdi telah berlalu beberapa khalifah....jd kendati ISIS memenuhi kriteria, mk blum tentu imam mahdi, dan blum tetntu juga ISIS sesat krn bkn Imam Mahdi, krn sebelum Imam mahdi akan ada beberapa Khalifah yg akan menyerahkan kekuasaannya pd Imam

Dadang Syaripudin 2:51am Aug 6
Itulah sebabnya , Syekhul Islam Ibn Taymiyah dal al-Siyasah al-Syar`iyah lebih menekankan persyatan "kekuatan" daripada "keshalehan individu" bagi seorang pemimpin/kepala negara.

Imam Mahdi ? Hemmmm
Hadits Nubuwwah semata-mata tidak bisa dijadikan dasar hukum secara menyendiri, karena tidak memberikan kepastian dalam menunjukkan waktu, tempat dan subjek yang dituju.
Hadits nubuwwah tersebut berpungsi untuk menumbuhkan optimisme, tidak patah arang (putus asa) melihat fenomena dan realita, masih menyisakan pengharapan pada rahmat dan kuasa Allah. yang terjadi. Ini sejalan dengan fungsi nabi, sebagai "basyira".

Faisal Rahman 2:53am Aug 6
Tappi ada perbedaan antara DI/TII dgn ISIS pak Dadang Syaripudin...

1) DI/TII itu nggak mengkafirkan orang2 Masyumi yg berjuang lewat parlemen (demokrasi), bahkan SMK sendiri termasuk penduri partai Masyumi...

2) DI/TII itu menguasai tanah Pasundan setelah hijrahnya Pasukan Siliwangi ke Yogya... artinya pd masa itu di Pasundan terjadi Vacum of Power, dimana akhirnya DI berhasil menguasai wilayah tsb, meski dukungan masyarakat tdk merata... Negara Pasundan adlh negara serikat yg mandiri... posisinya sejajar dgn RI-Yogya...

Sedangkan ISIS tdk menguasai Irak maupun Syam... pemerintahannya pun tdk jelas... pimpinannya menyembunyikan diri & identitasnya... sedangkan dukungan rakyat pun msh minim...

Syarifah Soim 2:56am Aug 6
Waktu jaman mbaknya anak bangsa ini ada yg d tuduh teroris..skrg d lantik aja blm d solo bnyak d temukan simbol2 Isis mksudnya apa? Abu bakar baasyir d lp nusakambangan d tduh sdg meminpin rpt dan baiat kpd isis gmbar editan d sbarkan,!ktnya lp nusakambangan superketat???

Dadang Syaripudin 2:58am Aug 6
Sepakat pak Faisal...! Apa yang saya jelaskan di atas itu sangat simplikatif, tujuannya biar ibu saya faham saja... Sebab yang diketahui Ibu Saya DI/TII itu adalah gerombolan yang sembunyi di gunung-gunung ketika siang hari, malam harinya turun gunung esok harinya banyak mayat yang tersembelih... padahal entah siapa yang menyembelih....

Joko Triyanto S Kom 3:07am Aug 6
Bang mao tanya apa alasan PBB memasukkan ISIS sebagai organisasi penjahat perang?? Bagaimana dengan israel??
Kriteria apa yg PBB ambil untuk memasukkan organisasi/negara masuk ke dalam penjahat perang??
Ane kurang informasi nih mao belajar nih..

Maghfur El Mouhammady 3:07am Aug 6
Klo seperti ni, dripada jauh2 k iraq bai'atnya, sy baiat k Kartosuwiryo al Sundany saja deh, jiajahahahahaha

Aisha Rena 3:22am Aug 6

Ibnoe Bashir Al-simpeny 3:33am Aug 6
tinggalin jejak

Fathan Mubina 4:04am Aug 6
saya share (copas) ya ustadz...

Diah Purnamasari Zuhair III 4:11am Aug 6
Iya.. pemandangan horor DI/TII menyembelih itu ada lukisannya di sebuah museum, waktu saya masih seumur Tata saya melihatnya di museum dan menjadi mimpi buruk saya setelah itu... -_-

Faisal Rahman 4:15am Aug 6
Soal DI/TII menjadi gerombolan itu baru terjadi ketika Pasukan Siliwangi kembali ke Jawa Barat...mereka terdesak naik ke gunung... sebagian lagi tdk terkoordinir sehingga menjadi gerombolan2, nah gerombolan2 inilah yg membuat resah masyarakat, suka menjarah & menggorok warga... tapi atas propaganda pemerintah RI yg memang menguasai media komunikasi saat itu seolah2 DI/TII itu semuanya identik dengan gerombolan2 itu... kakek saya (dari bapak) juga termasuk korban penggorokan itu...

Doni M Ramdhan 4:19am Aug 6
ayo bandingkan dgn pemberitaan temtang PKI, :-)

Dadang Syaripudin 4:21am Aug 6
Jelas beda... makanya ORBA dulu, tidak pernah menetapkan persyaratan PNS bebas dari Gerakan DI/TII, lainhalnya dengan PKI
Anak dan cucu langngsung pak Karto..... pada jadi dosen di UIN Bandung tuh

Rosmaniar Gazali 4:24am Aug 6
Lalu kenapa negara Indonesia sdh mengatakan bhwa ISIS itu sesat, justru syiah, ahmadiyah, LDII yg benar2 sesat malah dipelihara oleh negara, apa krn ada tekanan dr pihak asing ?
 

Original Page: applewebdata://A3F9021C-851D-4F29-8B47-579DBC579F9E/

Sent from Feeddler RSS Reader



Sent from my iPad

0 comments:

Post a Comment