Thursday, August 14, 2014

( OPINI) Ketika kita diminta untuk berbagi, berinf...


( OPINI) Ketika kita diminta untuk berbagi, berinf...

Karman 1:30am Aug 13
( OPINI)
Ketika kita diminta untuk berbagi, berinfaq dan bershadaqah, sering mengajukan alibi yang seperti faktual padahal absurd. Mengapa saya mesti berbagi, berinfaq, bershadaqah dan lainnya? Bukankah apa yang saya miliki hasil kerja keras saya, bukan karena bantuan orang lain? Bukankah apa yang saya miliki ini diperoleh dengan cara halal dan tentu dzatnya juga halal? Mengapa yang halal mesti dibagi-bagi, bukankah semuanya sudah bersih? Pertanyaan-pertanyaan tersebut sepertinya benar, namun sebetulnya hanya alasan untuk menutupi kekikiran.

Secara simbolik Allah SWT telah mengajarkan hakekat berbagi kepada kita melalui pohon. Coba perhatikan dengan baik! Jika dilihat dengan mata telanjang, kita akan melihat bahwa pohon tidak terlihat bekerja. Namun, jika dilihat dari sisi keilmuan, kita akan tahu bahwa pohon tidak pernah berhenti bekerja. Siang dan malam, pohon menyerap air dan usnsur-unsur makanan lainnya melalui akar. Dari akar disalurkan ke batang, dahan, ranting dan daun. Pada siang hari, di dalam hijau daun terjadi proses potosistesis antara karbondioksida (CO2) dan Air (H2O) yang dibantu oleh sinar matahari sehingga menghasilkan glukosa ( C6H12O5) yang dipakai untuk menumbuhkan dirinya dan Oksigen (O2) untuk di bagikan (share) ke makhluk hidup lainnya. Coba perhatikan! Pohon Sudah bekerja siang dan malam dan ternyata hasil kerjanya tidak semua dipakai oleh dirinya. Sebagiannya dibagikan kepada makhluk hidup lainnya dalam bentuk oksigen (O2).

Apa yang terjadi ketika pohon berbagi oksigen kepada makhluk hidup lainnya? Ketika kita merasa gerah, kemudian berteduh di bawah pohon, maka kita akan merasa sejuk, damai, dan nyaman. Kondisi seperti ini dikarenakan ada sifat berbagi dari pohon. Dan seperti itulah sifat berbagi. Di berbagi itu ada kedamaian, kesejukan, dan kenyamanan. Di berbagi itu ada cinta, tahta, dan persaudaraan. Jadi, siapapun yang mau dirinya, keluarganya, masyarakatnya, dan negaranya mau merasakan cinta, tahta, persaudaraan, kedamaian, kenyamanan, dan kesejukan, kuncinya ada diberbagi. Inilah makna ayat,"Adapun orang yang biasa berbagi dan memelihara diri (bertakwa),dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga),maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah." (Q.S. 92:7). Wallahu a'lam bi ash-shawwab.

Maghfur El Mouhammady 4:56am Aug 13
Ijin share ajengan...

Karman 5:02am Aug 13
Maghfur El Mouhammady @ silahkan

Maghfur El Mouhammady 5:05am Aug 13
Haturnuhun

Original Page: http://www.facebook.com/groups/476637269125064/?id=567805380008252

Sent from Feeddler RSS Reader



Sent from my iPad

0 comments:

Post a Comment